Depleted uranium

08Mar07

Pada posting ini saya mencoba mengangkat topik mengenai depleted uranium (DU). Tulisan ini dimaksudkan memberikan gambaran sisi lain dampak negatif penggunaan energi nuklir. Pembahsan disajikan dalam bentuk tanya jawab bukan untuk menggurui tapi semata-mata untuk mempermudah penyampaian informasi agar efektif dan efisien.

Apakah depleted uranium (DU) itu?
Depleted uranium adalah uranium yang memiliki konsentrasi isotop U-235 yang lebih rendah dari uranium alam (natural uranium).

Apa yang unik dengan DU?
Material ini sering digunakan dalam peperangan. Salah satu kasus yang terjadi beberapa waktu terakhir ini adalah penggunaan DU oleh tentara AS dalam perang di Bosnia dan Perang Teluk.

Mengapa DU sering dipakai dalam peperangan?
Kepadatannya yang tinggi sangat cocok dipakai sebagai bahan proyektil peluru atau persenjataan anti tank. Dengan sifat yang demikian DU juga dipakai sebagai pelindung tank

Bagaimana memperoleh DU?
DU diperoleh sebagai hasil sampingan (by-product) dari proses pengayaan uranium. Pengayaan uranium (enrichment) sendiri adalah salah satu proses yang umumnya dilalui dalam pembuatan bahan bakar nuklir.

Bagaimana sifat DU?
DU merupakan zat yang beracun (toxic) jika terhirup dan bersifat radioaktif, walaupun tingkat radioaktifitasnya 40 persen lebih rendah dari uranium alam.

Apa efeknya bagi kesehatan?
Menurut WHO [lihat sumber], dampak radioaktifitas dan sifat beracun DU relatif kecil. Namun sebagian ahli menentang pendapat ini [lihat sumber].

Angka kejadian leukimia dan kecacatan lahir yang meningkat sangat drastis di kota Basra, Irak, setelah Perang Teluk memunculkan dugaan bahwa kejadian tersebut disebabkan karena pengaruh penggunaan DU selama Perang Teluk. Dugaan ini juga didukung dengan adanya sejumlah keluhan penyakit, seperti rasa nyeri yang kronis, kehilangan ingatan, dan kelelahan, yang dialami oleh para veteran Perang Teluk. Kasus serupa juga dialami oleh tentara Italia yang bertugas di Bosnia [lihat sumber].



No Responses Yet to “Depleted uranium”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: