Archive for the 'Kebijakan energi' Category
Perhitungan keekonomian PLTN selalu menjadi bahan kontroversi yang tiada habisnya. Kalangan industri nuklir dan pihak-pihak lain yang pro nuklir selalu menyajikan perhitungan biaya listrik PLTN yang terlampau optimistik. Berikut ini adalah 11 kekeliruan asumsi yang menyebabkan biaya PLTN kelihatan murah.
Filed under: Energi nuklir, Kebijakan energi, Kelistrikan | 15 Comments
Negara yang memiliki kandungan sumber daya energi yang besar, identik dengan kemakmuran. Logikanya sederhana, kekayaan alam tersebut akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Harga produk industri menjadi lebih kompetitif di pasar internasional karena input energi yang murah dan berlimpah. Pembangunan berbagai infrastruktur akan berjalan pesat dan pengentasan kemiskinan dapat terwujud karena ditopang devisa dari hasil penjualan kekayaan [...]
Filed under: Energi fosil, Kebijakan energi | 13 Comments
Perkembangan energi nuklir hingga tiga dekade mendatang akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan uranium alam serta besar kecilnya pertumbuhan kapasitas reaktor-reaktor baru di dunia. Dengan teknologi once-through fuel cycle yang digunakaan reaktor-reaktor nuklir yang ada saat ini, bahan bakar yang berupa uranium hanya dimanfaatkan sekali pakai. Konsumsi uranium yang besar tanpa disertai dengan penemuan deposit-deposit [...]
Filed under: Energi nuklir, Kebijakan energi, Kelistrikan | 9 Comments
Banyak kalangan memandang bahwa pengurangan emisi karbon dari sektor energi adalah respon yang paling tepat sebagai wujud partisipasi Indonesia terhadap isu perubahan iklim. Tak kurang para pendukung energi nuklir pun turut memanfaatkan momentum ini untuk memuluskan proyek pembangunan PLTN. Tidak hanya itu, kampanye bahan bakar nabati akhir-akhir ini pun mendapatkan energi dari isu perubahan [...]
Filed under: Energi dan lingkungan, Energi fosil, Kebijakan energi, Kelistrikan | 2 Comments
Bagi sebagian negara berkembang, teknologi nuklir seolah menjadi hal yang menjanjikan, baik sebagai solusi pemenuhan kebutuhan energi maupun sebagai simbol penguasaan teknologi. Sayangnya, anggapan ini tidak selalu benar. Berikut ini adalah cerita pengalaman beberapa negara berkembang yang susungguhnya dalam membangun PLTN.
Filed under: Energi nuklir, Kebijakan energi | 16 Comments
Krisis listrik di Jawa-Bali hingga kini belum kunjung usai. Solusi klasik terhadap masalah ini adalah dengan membangun pembangkit-pembangkit listrik baru. Padahal disamping itu, sesungguhnya pembangunan interkoneksi Sumatera-Jawa juga merupakan sebuah solusi yang strategis. Sayangnya solusi ini cenderung tidak menjadi prioritas. Alasan utamanya apalagi kalau bukan karena mahalnya biaya investasi.
Filed under: Kebijakan energi, Kelistrikan | 8 Comments
Bahan bakar nabati (BBN), dalam bentuk bioetanol dan biodisel, menjadi secercah harapan baru bagi pemerintah untuk meningkatkan devisa, menciptakan lapangan kerja baru serta membantu mengurangi angka kemiskinan. Pemanfaatan BBN juga diharapkan mengurangi pencemaran udara serta menciptakan kemandirian energi dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak bumi.
Filed under: Energi biomasa, Energi terbarukan, Kebijakan energi | 12 Comments
Akhir tahun 2006 yang lalu MIT dengan sponsor dari Departemen Energi AS merilis laporan mengenai EGS (enhanced geothermal system) yang diberi judul The Future of Geothermal Energy. Laporan yang disusun oleh berbagai ahli di bidang teknologi energi, ekonomi dan lingkungan tersebut menyimpulkan bahwa dengan memanfaatkan EGS, energi panas bumi akan mampu menyumbang 10% kebutuhan listrik [...]
Filed under: Energi panas bumi, Energi terbarukan, Kebijakan energi | 9 Comments
