EGS dan masa depan energi panas bumi di Indonesia

13Mar07

Sumber panas bumi (sumber: NREL USA)Akhir tahun 2006 yang lalu MIT dengan sponsor dari Departemen Energi AS merilis laporan mengenai EGS (enhanced geothermal system) yang diberi judul The Future of Geothermal Energy. Laporan yang disusun oleh berbagai ahli di bidang teknologi energi, ekonomi dan lingkungan tersebut menyimpulkan bahwa dengan memanfaatkan EGS, energi panas bumi akan mampu menyumbang 10% kebutuhan listrik di AS pada tahun 2050. Jumlah ini setara dengan pembangkit listrik beban dasar dengan kapasitas 100 GWe. Bahkan laporan tersebut juga menyebutkan, dengan pengembangan teknologi lebih lanjut, jumlah energi yang secara ekonomis dapat dimanfaatkan bisa meningkat hingga 10 kali lipat dari yang ada saat ini. Dengan demikian, menurut laporan tersebut, EGS bisa menjadi sumber energi pilihan yang berkelanjutan hingga berabad-abad.

Seperti diketahui, energi panas bumi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sumber energi terbarukan yang lain, diantaranya: (1) hemat ruang dan pengaruh dampak visual yang minimal, (2) mampu berproduksi secara terus menerus selama 24 jam, sehingga tidak membutuhkan tempat penyimpanan energi (energy storage), serta (3) tingkat ketersediaan (availability) yang sangat tinggi yaitu diatas 95%. Namun demikian, pemulihan energi (energy recovery) panas bumi memakan waktu yang relatif lama yaitu hingga beberapa ratus tahun. Secara teknis-ekonomis, suatu lokasi sumber panas bumi mampu menyediakan energi untuk jangka waktu antara 30-50 tahun, sebelum ditemukan lokasi pengganti yang baru.

Panas bumi yang selama ini dimanfaatkan untuk pembangkit listrik masih terbatas pada sumber-sumber yang dikategorikan ideal atau high-grade hydrothermal system. Secara umum sumber panas bumi seperti ini memiliki karakteristik seperti kedalaman reservoir yang relatif dangkal atau kurang dari 2.500 meter, memiliki kandungan uap dengan enthalpi relatif tinggi dan serta memiliki permeabilitas yang memenuhi syarat.

Definisi EGS menurut laporan ini meliputi semua sumber panasbumi yang saat ini belum dieksploitasi secara komersial dan membutuhkan rangsangan serta penyempurnaan teknologi lebih lanjut. Definisi ini juga mencakup sumber hidro-termal yang memiliki permeabilitas rendah dan yang selama ini dianggap tidak produktif. Sebagai tambahan, produksi uap panas yang merupakan hasil sampingan pada operasi pengeboran minyak dan gas juga dimasukkan sebagai salah satu jenis EGS non-konvensional.

Dengan EGS, energi panas bumi dapat dieksploitasi pada lokasi yang saat ini dianggap tidak potensial. Hal ini dilakukan antara lain dengan dengan melakukan penyempurnaan teknologi pengeboran, pengkondisian reservoir serta penyempurnaan teknologi konversi. Teknologi EGS yang ada saat ini telah dipakai pada pengeboran hingga kedalaman 3.000 – 5.000 m. Di masa yang akan datang, diharapkan pengeboran dapat dilakukan hingga kedalaman 6.000 sampai 10.000 m. Pengkondisian reservoir untuk sumber panas bumi yang memiliki permeabilitas rendah dilakukan dengan cara menciptakan retakan (fracture) dalam volume yang luas yang sehingga memungkinkan transfer panas yang lebih besar dan efektif. Teknologi konversi juga telah ditingkatkan untuk mendapatkan transfer panas yang lebih efisien.


Enhanced geothermal system (Sumber: Geothermal Explorers Ltd)

Sekalipun demikian, masih ada sejumlah tantangan teknologi yang masih harus diatasi. Di bidang pengeboran misalnya, diperlukan teknologi yang mampu beroperasi dalam lingkungan dengan suhu tinggi dan korosif serta dengan sifat batuan yang cenderung lebih keras. Di bidang pengkondisian reservoir diperlukan antara lain: teknologi untuk mengkaji secara akurat volume dan bidang transfer panas reservoir, peralatan ukur yang mampu beroperasi pada suhu tinggi, penelitian yang lebih detail mengenai interaksi air dan batuan, teknologi pengendalian aliran fluida dengan suhu tinggi serta pemodelan reservoir yang lebih akurat. Pada sisi konversi, penyempurnaan perlu dilakukan antara lain dengan cara mengaplikasikan kondisi operasi superkritis dan memanfaatkan produk sampingan uap panas dari operasi pengeboran minyak dan gas. Mengingat teknologi EGS memiliki kemiripan dalam banyak hal dengan teknologi yang dipakai dalam industri pengeboran minyak dan gas, para ahli yang menyusun laporan tersebut yakin bahwa tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi dengan lebih mudah dan dengan biaya yang lebih rendah.

Laporan ini tentu sangat penting bagi Indonesia, mengingat besarnya potensi panas bumi di negeri kita yang saat ini diperkirakan mencapai 27 GWe. Angka ini setara dengan 40 persen sumberdaya panasbumi dunia dan ini baru meliputi potensi panas bumi konvensional. Dengan teknologi EGS potensi tersebut sangat mungkin ditingkatkan menjadi 5 kali lipat, atau lebih dari 125 GWe. Katakanlah, hingga 25 tahun yang akan datang 50 persen dari potensi tersebut bisa dimanfaatkan, maka pada 2030 diperkirakan energi panas bumi mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan listrik Indonesia. Jika hal ini berhasil diwujudkan, dan dengan dukungan pengembangan sumber daya energi terbarukan yang lain, maka jaminan ketersediaan sumber energi listrik yang berkesinambungan bagi Indonesia akan teratasi.

Informasi terkait:

 

About these ads


16 Responses to “EGS dan masa depan energi panas bumi di Indonesia”

  1. Untuk Indonesia, yang kurang tinggal sdm, modal, dan kebijakannya. Kalau soal potensinya ternyata luar biasa, karena merupakan daerah vulkanik. Terimkasih dan salam eksperimen.

  2. kalau menurut saya mungkin kalau energi bumi bisa habis tapi kalau indonesia mau membangun pembangkit listrik tenaga surya mungkin itu jalan terbaik untuk indonesia
    dan indonesia harus bisa cari solusi untuk mrncari jalan lain agar energi listrik tidak tergantung pada energi bumi saja jadi sewaktu waktu energi bumi habis kita bisa pakai energi matahri yang besar bisa kita bangun pembangkit listrik tenaga surya yang kapasitas besar seperti di negara – negara lain

    w/salam terimakasih

  3. 3 Maulana Arsyad

    saya sangat tertarik dengan pengembangan energi panasbumi. disamping bangsa indonesia memiliki kandungan hidrocarbon yang boleh dikata lumayan jumlahnya dengan kondisi beberapa basin belum diekplorasi maupun dieksploitasi. kandungan hidrokarbon yang ada tentunya akan habis karena merupakan sumber energi yang tidak terbarukan. akibat serakahnya manusia, eksploitasi yang dilakukan dengan serta merta mempercepat proses penghabisan kandungannya di bumi.
    untuk kalangan orang awam mungkin tidak terlalu intens mengenai panasbumi, namun perlu dibuka wawasan kita bahwa energi panasbumi merupakan energi yang terbarukan, dan kemungkinan akan ada sampai kiamat nanti.teori tektonik lempeng yang menyatakan kondisi lempeng-lepeng dunia selalu mobile.akan selalu ada terbentuk gunung api maupun sumber panas lain yang berasal dari astenosfer.

    memang untuk produksi panasbumi boleh dikata cukup mahal, namun jika dilakukan dengan benar demi kemaslahatan bersama dan bukan hanya untuk mengembalikan modal yang telah ditanamkan maka akan begitu memberi manfaat yang tak pernah habis,terkecuali ada pergeseran kondisi busur magmatic(kemungkinan dalam kurun waktu geologi yang sangat lama menurut manusia).

    menurut saya, pengembangan energi panasbumi adalah prioritas utama yang harus dilaksanakan oleh bangsa indonesia yang memiliki kandungan panasbumi sebesar 40 % dari seluruh kandungan dunia.

  4. 4 orido

    thx banget nih buat info nya..
    kbetulan skrg ini aku mo memperdalam sputar panas bumi…
    mudah2n ada info2 lainnya sputar panas bumi ini..

  5. Tolong diberikan pencerahan tentang sumber panas bumi dan metode dalam menentukan reservoir panas bumi

  6. 6 Fajar Bagja Permana

    kebutuhan energi listrik didunia smakin meningkat. hari ini kt membutuhkan kekuatannya untuk kemajuan zaman. panasbumi merupakan energi yang dapat diandalkan. banyak mahasiswa dan ahli-ahli panasbumi yang sudah dengan mudah mengelola. apakah kt mau minyak yang kt pelukan habis dengan cepat???
    hidupkan panasbumi. Smoga pemerintah mau mengerti soal energi ini…
    thx b4

  7. 7 gabe_army_m16

    LONG LIVE GEOTHERMAL!!!!!!!
    CLEAN ENERGY FOR A BETTER FUTURE!!!!!!
    visit geothermal_study_club_upnvyk (tempat dimana mahasiswa peduli panasbumi berkumpul & berkreasi)

  8. 8 adiTH

    selamat datang di dunia panas bumi…
    sekedar saran: tolong sosialisasi dan seminar2 tentang pabum lebih di intensifkan,,masih banyak mahasiswa yang kurang tertarik dgn pabum karna mereka kurang mengerti dan tahu…
    ini akan berdampak untuk sdm pabum di indonesia…
    trima kasih….

  9. 9 zulvan prambudi

    terima kasih pak….
    sebagai mahasiswa saya sangat terbantu sekali karna ini adalah sesuai dengan bidang saya yang kuliah di jurusan perminyakan dan saya tentunya sangat antusias dengan pengembangan panas bumi di indonesia yang sangat berguna untuk kebutuhan energi masa depan,dan saya ingin meminta izin dari bapak untuk mengambil beberapa bagian artikel yang bapak punya untuk bahan di blog saya untuk dunia pendidikan.

    saya ucapkan terima kasih……

  10. energy panas bumi,sangat penting sekali di mana sekarang bangsa kita sedang krisis listrik,maka ayo bersama-sama kita pelajari EPB…
    trus saya minta tolong,bagi siapa ajah yang punya bahan tentang energi panas bumi,tolong kirim ke mail saya…
    HMTG”GEOI” UNIVERSITAS PAKUAN

  11. kalo teknologi kita yang paling depan wakk, tapi LSM tu banyak yang bangang jadi negeri ini asik di demo ajo

  12. 12 echa

    wah lo energi panas bumi biza dimanfaatkan scr optimal
    indonesia bisa menghemat energi yang tak dapat diperbaharui
    kepada generasi muda ayo kita berjuang untuk upaya pnghematan energi….jangan malah boros-borosin

  13. 13 KHA

    energi panas bumi itu mempunyai karakteristik gak sich….kaya minyak bumi atau gas alam? klo ada apa yah…karakteristik dari panas bumi..? trus yang tau karakteristik panas bumi tolong kirim ke e-mail saya
    “makasih”

  14. 14 jabal altariq

    wah.. melihat perkembangan panas bumi, tentunya akan sangat baik buat negara kita jika kita mampu mengelolanya.. saya harap pemerintah dapat menentukan arah kebijakan yang baik untuk kemajuan bangsa ini..
    btw, saya mau bertanya.. semoga ada yang dapat membantu setidaknya saran..
    saya sedang melakukan penelitian mengenai panas bumi, namun karena basic saya adalah hukum, saya bingung mencari pokok permasalahan antara konektivitas antara hukum dan panas bumi?
    bagi rekan2 yang ahli dan mengetahui permasalahan hukumnya, saya akan sangat senang membantunya. Terima kasih.

  15. 15 yulius diasnyah

    saya adalah orang yang ingin tahu tentang energi panas bumi, bisa dibilang penasaran. mulai dari apa sech panas bumi itu samapai bagaimana energi panas bumi bisa menghasilkan listrik. bagi rekan2 yang bersedia memenuhi rasa penasaran saya tlong kirim yah semua bahan tentang panas bumi….. thanxs before

  16. 16 Gentri

    Saya merupakan pelajar mahasiswa upn ‘veteran’yogya
    Maaf
    Saya gagap inggris
    Jd ada ga seh
    Buku
    The future of geothermal energy
    Yg bahasa i’ndonesia’
    He.he
    Saya mau belajar
    Sebagai sdm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: